Jumat, 26 Desember 2008

Penyakit Akibat GM...Ichhhh SerAmMMMMMmMm!!!!!!!!!


Sementara dampak tidak langsung, adanya perubahan penyakit yang ditularkan nyamuk atau vector borne diseases. Hal ini disebabkan perubahan bionomik nyamuk. Misalnya, nyamuk Anopheles, penular malaria yang hidup di atas 15 derajat celsius, dengan peningkatan suhu atau kelembaban suhu, prilakunya akan semakin beringas untuk melakukan perkawinan. Biasanya sehabis mengadakan perkawinan, prilaku atau keinginan menggigit manusia atau binatang semakin meningkat juga. Nyamuk-nyamuk ini akan bermigrasi ke wilayah yang lebih tinggi atau di negara subtropis, di mana. Suhu 20 hingga 30 derajat Celsius dengan kelembaban di atas 60 persen merupakan suhu ideal bagi kehidupan nyamuk.

Menular 2 Kali Lipat

Diperkirakan, bila suhu meningkat 3 derajat celsius pada tahun 2100, maka akan terjadi peningkatan proses penularan penyakit yang ditularkan nyamuk sebanyak dua kali lipat. Misalnya, malaria, demam berdarah dengue, chikungunya, radang otak, filariasis, Avian Influenza, SARS, west nile virus dan hantaman virus. Penyakit ini diduga akan meningkat penularannya ke sejumlah negara subtropik

Global Warming Itu Sendiri...........!!!!!!!!!!!!!!






Global Warming (Pemanasan Global) merupakan masalah yang serius. Dampak yang ditimbulkan dapat berupa mencairnya bongkahan es di kutub sehingga mengakibatkan naiknya tinggi permukaan air laut. Selain itu suhu udara di atas pemukaan bumi juga semakin meningkat. Hal ini juga dapat menyebabkan perubahan suhu dan iklim di dunia. Akibat global warming, suhu yang semula dapat ditoleransi oleh manusia akan berubah panas secara bertahap. Diperkiranakan di daerah tertentu suhunya tidak cocok untuk tempat tinggal manusia.

Peduli kah kita akan Bumi Kita????????????

Apakah Qt hanya Cuek atau acuh tak acuh melihat kondisi bumi qt yang semakin kacau!!!!!!!!!!!!!!!!

Ayo utarakan pendapat kalian disini!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

Janganlah qt jadi orang yang pasif terhadap perubahan bumi yang semakin lama semakin membuat

qt dalam bahaya........................!!!!!!!!!!!!!

Fitoplankton dapat memperlambat proses

Global Warming


Plankton secara tidak langsung dapat membuat awan yang dapat menahan sebagian sinar matahari yang merugikan. Sehingga plankton bisa membantu memperlambat proses pemanasan bumi. Penelitian yang dibiayai oleh NASA tersebut mengungkapkan ketika matahari menyinari lautan, lapisan atas laut (sekitar 25 meter dari permukaan laut) memanas, dan menyebabkan perbedaan suhu yang cukup tinggi dengan lapisan laut di bawahnya. Lapisan atas dan bawah tersebut terpisah dan tidak saling tercampur. Plankton hidup di lapisan atas, tapi nutrisi yang diperlukan oleh plankton terdapat lebih banyak di lapisan bawah laut. Karenanya, plankton mengalami malnutirsi. Akibat kondisi malnutrisi ditambah dengan suhu air yang panas, plankton mengalami stress sehingga lebih rentan terhadap sinar ultraviolet yang dapat merusaknya. Karena rentan terhadap sinar ultraviolet, plankton mencoba melindungi diri dengan menghasilkan zat dimethylsulfoniopropionate (DMSP) yang berfungsi untuk menguatkan dinding sel mereka. Zat ini jika terurai ke air akan menjadi zat dimethylsulfide (DMS). DMS kemudian terlepas dengan sendirinya dari permukaan laut ke udara. Di atmosfer, DMS bereaksi dengan oksigen sehingga membentuk sejenis komponen sulfur. Komponen sulfur DMS itu kemudian saling melekat dan membentuk partikel kecil seperti debu. Partikel-partikel kecil tersebut kemudian memudahkan uap air dari laut untuk berkondensasi dan membentuk awan. Jadi, secara tidak langsung, plankton membantu menciptakan awan. Awan yang terbentuk menyebabkan semakin sedikit sinar ultraviolet yang mencapai permukaan laut, sehingga plankton pun terbebas dari gangguan sinar ultraviolet. Proses ini sebenarnya telah beberapa tahun dipelajari di laboratorium oleh para ilmuwan, namun proses alamiahnya baru kali ini dapat dipelajari. Awan yang disebabkan oleh plankton ini, dipercaya dapat memperlambat proses pemanasan bumi, serta memiliki efek besar tehadap iklim bumi. Namun, untuk membuktikan hal tersebut, masih harus dilakukan penelitian lanjutan yang seksama. Penelitian yang dilakukan di Laut Sargasso, lepas pantai Bermuda ini juga menemukan secara mengejutkan bahwa partikel DMS ini dapat terurai dengan sendirinya di udara setelah tiga sampai lima hari saja. Padahal, karbondioksida di udara, dapat bertahan hingga berpuluh-puluh tahun. Karena penguraian alamiah DMS sangat cepat, DMS tidak akan menimbulkan efek rumah kaca, tidak seperti karbondioksida.

.

Sabtu, 06 September 2008

Introducing Myself..............

Aq seorang cwe yang dah 1 taun ngejalanin kuliah.......sekarang aq dah kul tingkat 3....
Rasanya sakit bgt kepala ngejalaninya,,, tapi lama kelamaan aq dah mulai terbiasaaa.......
Aq ngak mau ketinggalan,,aq jg g mau dikecewainnn......Aq punya banyak teman satu angkatan yang gGgGgGgGGooOoOooOokKkKkKillllllll HABISSS....kalau udah terkumpul smua hilang smua beban dipundak yang dijalanin sama-sama....Aq juga punya 2 sahabat yang GiLaLaLa BANGET........Satu orang teman yang g pernah aq lupakan temanku yang udah pndah kul dari MipA....SedIH rAsaNYa........Tapi ada juga orang yang slalu berda di dalam hatiku smpai aq mati....yaitu kedua orang tuaku......Nice To see u If U rEaD My BlOg....